Tuesday, October 28, 2008

PEMEKIK AWAL SEMBOYAN RRI

M. JUSUF RONODIPURO : PEMEKIK AWAL SEMBOYAN RRI
Jakarta-RRI-Online,

Beliau adalah angkasawan Radio Republik Indonesia (RRI) yang sarat dengan peristiwa heroik. Pria kelahiran 30 September 1912 beristerikan Siti Fatma Rassat itu adalah salah seorang pendiri RRI ketika zaman revolusi masih bergolak. Beliau adalah pemekik awal semboyan kebanggaan setiap penyiar RRI SEKALI DI UDARA TETAP DI UDARA". Beliau juga menjadi sumber inspirasi penciptaan lagu BERKIBARLAH BENDERAKU berdasar peristiwa pada malam 21 Juli 1945. Bersama Bachtiar Lubis, beliau adalah orang pertama yang membacakan isi teks Proklamasi 17 Agustus 1945 lewat radio. Beliau pula yang merekam suara Bung Karno saat membacakan teks Proklamasi Kemerdekaan RI tersebut yang menjadikan rekaman itu sebagai satu-satunya dokumen audio otentik pembacaan proklamasi. Kendati sudah sepuh namun semangat Mohammad Jusuf Ronodipuro sepertinya tidak bisa berhenti jika hanya karena alasan batasan usia. Beliau tetap tidak bisa dududk lalu diam. Melainkan dia sepertinya masih bersemangat sebagai penyiar yang di jiwanya selalu terpatri semboyan SEKALI DI UDARA TETAP DI UDARA yang sering dia pekikan dahulu di depan corong RRI. Ronodipuro adalah salah seorang pendiri RRI saat bergolak zaman revolusi tempo doeloe. Antara tahun 1947 sampai 1956 dia giat di bidang penyiaran radio dan terakhir bertugas sebagai Kepala RRI Jakarta. Sebagai penyiar dia sekaligus merangkap pula sebagai pejuang di zaman revolusi. Beberapa sumber banyak menyebutkan bahwa Jusuf Ronodipuro adalah sumber inspirasi terciptanya lagu BERKIBARLAH BENDERAKU yang sangat heroik. Ceritanya bermula pada malam 21 Juli 1945 saat Ronodipuro yang ketika itu berusia 33 tahun menolak perintah di bawah ancaman senjata dari para serdadu Belanda yang meminta agar dia menurunkan bendera merah putih yang tengah berkibar. Ancaman senjata, dia balas dengan gertak ancaman pula -Kalau memang bendera harus turun, maka dia akan turun bersama bangkai saya!- cecar Ronodipuro yang lalu mengilhami lahirnya sebuah lagu perjuangan. Kendati bangga sebagai pejuang dan tokoh terpenting di balik pendirian RRI, namun hari ulang tahunnya yang jatuh pada setiap tanggal 30 September adalah hari yang sangat merisaukannya. Beliau, berseloroh, menyebutkan bahwa selama berpuluh tahun pemerintahan Orde Baru hari ulang tahunnya selalu diperingati dengan pengibaran bendera setengah tiang. Hal itu terkait dengan peristiwa pemberontakan PKI pada 30 September 1965. Beliau sempat merasakan berbagai posisi jabatan pada masa Orde Baru. Semenjak 31 Mei 1976 setelah menempati berbagai pos di Departemen Luar Negeri dan Departemen Penerangan, beliau pensiun. Namun baginya pensiun tak berarti harus berdiam diri di rumah. Ronodipuro masih tercatat sebagai penasehat di beberapa organisasi sosial nirlaba semacam LP3ES, Yayasan Lembaga Indonesia Amerika, dan Dewan Harian Nasional Angkatan 45. Tokoh yang sangat dihargai jasa-jasanya oleh para angkasawan RRI ini telah meninggal dunia di Jakarta tanggal 27 Januari 2008.

No comments: